Google+ Followers

Pages

Sabtu, 30 Maret 2013

cermin

Cermin, secara bentuk pasti sudah tidak asing, secara fungsi juga tidak asing, tapi secara makna mendalam, masig-masing kepala memiliki persepsi yang berbeda.

Ada yang mampu memaknai cermin tidak hanya sebagai cermin, sebagai pemantul bayangan. Ada juga yang memaknainya hanya sebagai peralatan rumah pada umumnya, digunakan untuk menata rias dan penampilan.

Tapi di kepala saya, cermin memiliki artinya sendiri, karena banyak hal bisa saya lakukan bersama cermin, pun hanya berada di depan cermin. 

Terkadang saya menjadikan cermin sebagai benda mati, terkadang juga cermin justru sebagai kawan yang setia, lebih jauh lagiu cermin juga merupakan sisi lain dari realita, dan terkadang cermin bagi saya juga mampu menjadi malaikat yang setia menemani pikiran saya ketika bertualang tanpa peta.
Cermin sebenarnya tidak harus besar dan dibingkai dengan figura yang indah nan artistik, cermin kecil saja asal kita mampu memaksaimalkan fungsinya dengan baik, akan mampu menajadi pantulan yang bijaksana.

Saya berfikir seperti ini, jika saya membuat rumus { CERMIN = seseorang/sesuatu/teman/IBU }, maka cermin tidak hanya akan menjadi benda mati. Logikanya, fungsi cermin yang selama ini saya gunakan untuk memantulkan bayang saya, hari ini cermin itu bisa saya temukan pada rumus samadengan (=) tadi.  Ini merupakan salah satu rumus hidup rukun bertetangga, dimana setiap pemilik diajak untuk hidup tidak hanya bersama bayang sendiri, tapi hidup bersama dengan yang lain. Ketika suatu saat tidak ada cermin sementara di hidung kita ada noda, maka samadengan (=) tadi itulah yang akan menjadi cermin. Tapi cermin kita tidak akan berubah menjadi samadengan (=) ketika diri kita sendiri tidak mengijinkannya.

Cermin juga sisi bijak kita, saat pertanyaan tak terjawab logika dan hati, maka cermin pasti mampu menjawabnya, bahkan lebih, cermin bisa merangkulmu.

Cermin biasanya akan sangat berarti bagi orang-orang yag tertutup, lebih memilih menikmati hidupnya dalam kesendiriannya daripada banyak bersosialisasi dengan orang lain. Dan dalam hal inilah, cermin benar-benar baik jika menjadi samadengan (=).

Kita adalah makhluk sosial yang tidak mungkin bisa berdiri sendiri, hidup sendiri. ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentarnya.... jangan lupa kunjungi posting yang lain...

Copyright Text

Blogger news