Google+ Followers

Pages

Rabu, 04 September 2013

Aku Mencintaimu, Senyuman....


Bukan salahku semakin malam semakin mencinta
yang menumbuhkan bayang itu
senyum yang kau suguhkan
kau petakan begitu nyata dalam alam bawah sadarku
bahkan dalam tatap mata yang nyata
saat kelopak masih terbuka
bayang yang tampak
hanya dirimu berdiri gagaj
menyuguhkan senyum khas apa adanya dirimu
Just the way you are

Semakin malam aku semakin gila
ribuan wacana yang lahir
semua teruntuk kau yang sekarang aku suka
kupuja seperti benda yang kucinta dan takkan kulepas
kupeluk selamanya
kujaga dalam singgasana hati yang sudah kau cipta

Jangan salahkan aku yang semakin cinta
kau jelas hadir setiap senja
sapaanku kau balas tawa mesra
canda yang kau suguh selalu mampu buatku tertawa
tak heran terkadang hatiku gemes juga
karena rasa ini hanya aku yang punya

Jangan salahkan aku karena jatuh cinta
setiap kali kucoba tutup lembaran
kau selalu hadir dalam kesederhanaan
sedikit curi pandang
tapi jelas, bayangku juga tak kau lepaskan
lekat kau jaga dalam lirikan
Mungkin kau pikir aku yang nakal
menggoda setiap malam
mengirimkan pesan-pesan celotehan alam
tapi siapa yang sebenarnya jadi korban
setiap kutekadkan untuk diam
selau kau kemudian memulai obrolan
aku lemah dan tak mampu marah
aku terlalu sayang pada sosokmu yang kupandang
hatiku menjerit, meronta, meneriakkan protes
saat tanganku siap kuangkat untuk menampar wajahmu
bagaimana mungkin aku bisa marah
bahkan hati kecilku menolak untuk menyakitimu
dan rela untuk terluka agar tetap melihat senyummu
lantas siapa yang sebenarnya salah???

Haruskah malam-malam ini kupersalahkan padanya
Atau cintakah si kambing hitam yang tertawa bahagia
mungkin justru aku saja yang terlampau mendamba
Atau apa yang sebenarnya kurasa???

GILA!
dengan sadar kunyatakan aku mulai gila
setiap malakulewati dalam tanya
aku selalu saja menerka dan menerka
sedang apa kau disana?
besok ada agenda apa?
kangen ga’ ya?
besok kalo ketemu harus berbuat apa?
Apa? Apa? Dan Apa???
ribuan apa ini yang semakin merusak otakku
aku dipaksa hidup dalam dilema
menghadapkanku pada pilihan
tapi mengapa setiap persimpangan harus kau hadirkan senyuman
mengapa harus kau berikan kekuatan
aku sudah angkat tangan
aku menyerah pada perasaanku yang jelas sudah tak bertuan
aku takut terjebak jauh lebih dalam
bukan karena aku tak punya pilihan
tapi justru kamulah sang pemenang
aku sudah terlanjur jatuh terlalu dalam
jatuh dalam pelukanmu, senyuman...

Aku Mencintaimu, Senyuman...


Rabu, 11 Januari 2012
03.05 wita
@rumah kayu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentarnya.... jangan lupa kunjungi posting yang lain...

Copyright Text

Blogger news