Google+ Followers

Pages

Jumat, 22 Juli 2016

Selamat sore, semesta... #ainagiibau


Bagaimana perasaanmu, semesta...
hari ini sedikit flu dan remuk badan, oia, butuh pensieve supaya free space otak bentar...


Hai semesta, baru saja kukatakan di media tetangga bahwa aku bisa memilih ingin tinggal dimana, mau beli mobil merk apa, berlibur kemana, hangout sama siapa, bahkan memilih untuk menolong siapa. Tapi aku tidak bisa menolong diriku sendiri untuk memilih jatuh pada cinta siapa...


Sabtu, 16 Juli 2016

Selamat pagi, semesta... #partikelmalam



Selamat pagi, semesta...
Ijinkan aku bertanya pada setiap partikel yang kau sebarkan di udara, malam, kenapa begitu indah untuk menunggu dan begitu sahdu untuk tertunduk karena rindu?
Walau terus menunggu, tiada sapa tiada kata, partikelmu menemani hingga tak berpaling apalagi pergi dan lupa...
Semesta, bukankah seharusnya bahagia? Apakah ini yang pernah kumaksudkan sebelumnya?
 
Ya,
Setiap orang berhak bahagia dengan caranya masing-masing...
Aku pernah mengatakannya, bukan? Semesta?

Hai kau partikel rindu yang kusebut dalam penantian dan harapan untuk pulang, selamat malam dan selamat rindu. Milik siapa tak masalah, karena jika aku dan kamu tak bisa menjawabnya, biarkan waktu yang teguhkan hati dan tenangkan kenangan.

 
#ainagiibau
#partikelmalam

Kamis, 14 Juli 2016

Edisi Silaturahmi... #putihabuabu #latepost


Day 2
7 Juli 2016
we are travelling together, menjalin silaturahmi yang seringkali dipisahkan jarak dan waktu...
#asek



Tuan Rumah : Lala
Lokasi : Limunjan...
Waktu : yah, masih siang lah ya... sempat Ashar...




Rabu, 13 Juli 2016

Selamat sore, semesta... I hate u, I love u



Semesta, Ever feel this feeling......?

I did...

I do...


Semesta, apa kabarmu? I'm listening this feeling everyday, just to make my body keep moving. Doesn't matter what the words tell me, I'm fucking this shit to be happy... Just to make my heart being fine and stop beating so fast that make me hardly to breath. Because I'm still missing you, Sorry...


Semesta, sore...

Yang kusuka dari Gnash, liriknya... Sebagaimana biasanya, saat orang lain juga menikmati lirik karena merasa yang sama, menikmati beat karena bergerak yang sama. Aku belum bisa menarikannya, karena itu aku masih mendengarkan saja. Butuh ruang. Butuh cermin.

I hate you, I love you
I hate that I love you
I hate that I still can't move on, and always dreaming about you, still remember your breath, still remember your smell, still remember your sight, still remember you in every my blink, every my blank. Your touch. Your hug. All yours...


Semesta, i miss...

#merah #melawanrindu #ainagiibau

Senin, 11 Juli 2016

Myself on Shot... Edisi GILA







Selamat siang, semesta... Kebiasaanku...




Selamat siang, semesta...

Apa kabarmu hari ini? Kita lama tak bersua... Iya, libur bersama keluarga untuk hari yang paling fitri...
*happy


Aku punya banyak hal untuk dicerita dari berhari-hari kita tak bersua. Harusnya aku sadar, aku tidak boleh melewatkan satu haripun tanpa meramu kisah denganmu, di sini, ruang kita, aku denganmu, semesta... Karena sehari saja kita tak bertutur kata, banyak hal yang terlewat untuk dikisah.

Semesta, aku kembali memanjakan diriku, menikmati kopi, kata-kata fiksi, menulis dengan hati dan masih banyak yang lain. Aku kembali menikmati hari-hari ini. Tapi kisah yang kita ramu hari ini, masih tentang dia.

Selasa, 05 Juli 2016

Selamat petang, semesta... No more reason



Selamat petang, semesta...

Bagaimana kau lalui hari ini?

Hari ini terakhir Ramadhan, berjuta umat muslim di dunia memanjatkan do'a yang sama, semoga

Sepertiga malam, semesta... Jangan,



Selamat malam, semesta...

Saya tidak ingin berdiri berlama-lama di depan rumah orang...

Jangan...

Senin, 04 Juli 2016

Selamat sore, semesta...



Selamat sore, semesta...
Apa kabarmu disana?


Hari ini, terakhir masuk kerja. Mengejar pundi-pundi dolarnya diistirahatkan dulu ya. Waktunya fokus pada

Part 2 Reuni SMPN 1 Tg. Redeb Angkatan 2004



Part 2 Reuni SMPN 1 Tg. Redeb Angkatan 2004





Part 2 Reuni SMKN 1 Tg. Redeb Angkatan 2007



 Part 2 Reuni SMKN 1 Tg. Redeb Angkatan 2007




BukbeReuni ALUMNI SMPN 1 TANJUNG REDEB AK. 2004

BukbeReuni
ALUMNI SMPN 1 TANJUNG REDEB AK. 2004
@cantikaswara
Minggu, 03 Juli 2016
---------------------------------------------------------------------------------------------- 




Minggu, 03 Juli 2016

Hai malam, baik-baik saja?






Selamat malam, malam... Baik-baik saja? Atau ada sedikit cerita yang bisa menghapus bosan malam ini?
Mungkin cerita tentang kawan lama, atau tentang yang sedang jauh disana.
Oia, ada berita malam ini, malam. Salah satu kawanku memliki kisah cinta sepertiku, cin(t)a sepertiku dengannya.
Tapi mereka sudah akan menemu ujungnya, bagaimana dengan kisah kita?




Malam, selamat merah...





#ainagiibau
#merah

Buka Bersama Alumni SMKN1 angkatan 2007

BUKA BERSAMA
ALUMNI SMKN 1 TANJUNG REDEB AK. 2007
@grandparamahotel
Sabtu, 02 Juli 2016
💕💕💕💕💕
--------------------------------------------------





Sabtu, 02 Juli 2016

Myself on cam... #latepost


Refresh dengan senam wajah... hahahaaaaaa...



Welcome Juli... #latepost





KAUM KITA


Ketika keperkasaan wanita dipertanyakan
beramai-ramai bunga-bunga meneriakkan namanya
menggali perjuangan pertama di tanah leluhur
menguak otot-otot emansipasi yang diragukan obrolan di teras-teras
dan pertanyaan perlahan mereda, sementara...


Ketika kaumnya meneriakkan emansipasi di jalanan
tembok-tembok pencakar langit perlahan berguguran
serentak bumi bergetar
di masa itu, emansipasi mampu robohkan tembok-tembok pembangkang...


Hari ini, kawan...
emansipasi kembali ke dapur
emansipasi kembali ke sumur
dan emansipasi kebanyakan malah di kasur
ada apa dengan gelegar namanya dari masa lalu
apakah namanya sudah kehilangan citranya
apakah namanya sudah dilupakan
kemana perginya elegansi perjuangan kaumnya???


Kawan,
Apa kabar perjuangan hari ini?
Kawan,
Apa kabar nasib kaum kita ini?
Kawan,
Kemana perginya darah-darah yang mendidih?
Kawan,
Kemana perginya sisa-sisa semangat kaum kita?


Hari ini, kawan...
Kami mengajak kaum kami
Kami mengajak kaum wanita
Kami berontak penindasan
Kami berontak kekerasan
Kami berontak perbudakan
Kami berontak pelecehan
Kami berontak pelacuran
Kami berontak semua inti bumi yang menyakiti kami...


Hari ini, kawan...
Kami tak lagi meneriakkan kesetaraan
karena dunia sudah mengakuinya


Hari ini, kawan...
Kami tak lagi meneriakkan kebebasan
karena dunia sudah mengakuinya


Hari ini, kawan...
kami berteriak pada hati kami sendiri
kami mengajak kaum kami sendiri
kami menyadarkan hati dan pikiran kami
kami sampaikan dengan lantang
kawan,
Mahkota kita bukan rambut kita
Mahkota kita harga diri kita
pertahankan jangan didagangkan
pertahankan jangan diumbarkan
pertahankan jangan dimudahkan
pertahankan dan buktikan


Kawan, masa lalu kita bisa
hari ini dan seterusnya kartini kan tetap berdiri penuh pesona...



---------------------------------------------------------------
11.45 wita
17.04.2014
@halaman tunggu depan CBf, samping Dekanat Fekon Unmul

Selamat pagi, semesta... Terima Kasih,

Selamat pagi, semesta...

Terima kasih untuk kabar semalam...


Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT...
Terima kasih. Aku bisa mendengar deru nafasmu dalam jarak yang panjang, aku mencintainya, sudah menjadi kebiasaanku untuk melewati malam seperti itu. Rutinitas tidurku menjadi lebih tenang, aku tak perlu terbangun dalam jeda yang kemarin kukatakan. Tenang. 5 menit berlalu, menuju 10 menit, kemudian setengah jam tak terasa, dan terakhir kali ku cek sebelum benar terputus, 75 min 0 sec. 1 jam berlalu dalam hening malam dan suara hujan. Ya, aku menyukai hujan seperti aku menyukai kenangan tentangmu yang kita mulai 24 Januari lalu, dan di bawah rintik hujan.

Kita tidak menghabiskan banyak kata dalam jeda 1 jam 15 menit itu, lebih banyak diam dan sebentar tertidur sebentar terjaga tapi semuanya tenang, bukan? Tentram. Kita merindu suara masing-masing. Rupanya kita sama-sama menunggu kabar dan mencari kesempatan.

Genap 1 bulan, kita tak pernah bersapa mata, rindu. Aku bersyukur masih bisa menikmati rindu itu, dengan begitu aku yakin hatiku masih setia untukmu. Kita memang tak lagi bersama, tapi kupastikan do'aku selalu bersama langkah dan hari-harimu. Aku berdo'a untuk sehatmu, untuk pekerjaanmu, untuk keputusanmu, untuk masa depanmu, untuk rejekimu, untuk dijauhkan dari musibah dan cobaanmu, untuk dikuatkan hati, tangan dan kakimu, untuk dijauhkan dari api neraka, untuk ridho dan hidayah untukmu, untukmu dan keluargamu, dan untuk bahagiamu, bagaimanapun itu.

Terima kasih,
Aku mencintaimu...


#melawanrindu
#MERAH
#ainagiibau

Jumat, 01 Juli 2016

#melawanrindu... Malam

Aku selalu menyukai malam, karena rinduku selalu membuncah saat mentari perlahan melambaikan tangannya.

Tidak ada maksud menjadi melankolis di malam hari, aku hanya sedang menikmati proses rindu, karena aku sudah jatuh pada cinta. Ya, bukan rekayasa atau dalam upaya menjadi pujangga, sejatinya setelah aku dengannya berpisah, otakku, ragaku, rasaku mengirimkan semua sinyal dan kenangan yang menegaskan bahwa aku mencintainya, tulus. Mungkin karena itu pula, insting dan intuisiku sebagai wanita begitu tajam padanya. Firasatku tentang sehatnya menjadi prioritas dalam do'aku untuknya, walaupun kami berdo'a pada Tuhan yang tak sama.

Dalam sujudku dan dalam tanganku yang senantiasa memohon setelah dua kali salam, kusampaikan rindu diam-diam.


Selamat malam...

Maaf, masih belum bisa kubendung rindu...



----------------------
#melawanrindu
#ainagiibau

aina911: Selamat pagi, semesta... Rindu,

aina911: Selamat pagi, semesta... Rindu,

Klik kanan, Refresh...







#pelajaranhidup

hidup tidak melulu tentang berjuang menghadapi badai,
menikmati badai itu sendiri juga bagian dari hidup...

Fighting, gii...



#pelajaranhidup
#ainagiibau

#remahrotikursikayugangjimas


Apa salah saya, malam?
kopi di pangkuan sementara pikir berlayar dalam kenangan
berenang dan bermain bersama ombak ingatan
kopi di pangkuan
panas cangkir tak sadarkan


Kuceritakan padamu, malam
pernah dua insan saling bersandar
melabuhkan penat pada punggung yang membelakang
kau cuma tertawa bersama bintang, bukan?
karena itu kuceritakan lagi sekarang
bahwa pernah kala itu
ada kenangan yang dirajut dengan benang senyuman
mengisah dosa-dosa masa lampau
mencoba terbuka dengan menguak kenangan-kenangan lampau
dari tawa dari duka dari cerita dari cita dari cinta
dari masa lalu yang dibuka


Apa salah saya, malam?
kutulis ini sambil menyilangkan kaki di pinggir jalan
tapi pikirku jauh di pulau seberang...



------------------------------------------------------------------
#remahrotikursikayugangjimas

Jum'at, 17.06.2016
20.32 wita
#remahrotimerah

Inspirasi :
salah satu kenangan saat bercerita tentang dirinya di masa lalu

Masih jelas bagaimana alur ceritanya di kisah, walaupun nama-nama itu tak banyak kuingat

tapi setiap kenangannya punya tempat sendiri di kotak kotak lemari dalam otakku
memoriku sudah punya folder sendiri untuk kisahnya di masa lalu
menyenangkan mengetahui dia mau menceritanya padaku

obrolan santai di teras rumah
"malam selalu panjang di waktu aku merindukanmu" rossa...

aina911: #remahrotimerah

aina911: #remahrotimerah: aku mencintainya dalam sajak, dan sajak kusimpan dalam ingatan kata, dan kata kubungkus dalam do'a, dan do'a dan sebelum pagi dan...

#remahrotimerah

aku mencintainya dalam sajak, dan sajak
kusimpan dalam ingatan kata, dan kata
kubungkus dalam do'a, dan do'a
dan sebelum pagi dan setelah malam
kupeluk ia dalam nama, dan nama


Jangan lupa bahagia, ya...



#remahrotimerah
#remahrotimiloes




---------------------------------------------------
20.38 wita
Jum'at, 17 Juni 2016
@gerobakcoffeekoe
Insp. milo es...

Selamat pagi, semesta... Rindu,

Selamat pagi, semesta...


Sorry, I miss you so...

Pagi ini diawali dengan rindu yang sangat teramat. Sudah berusaha keras dibendung, namun maaf, I'm still missing you. Malamku selalu penuh dengan praduga, adakah kabar malam ini? Tanpa sadar aku menunggu. Dan kebiasaan menunggu kabar darimu, menjadi agenda rutin dalam alam bawah sadarku. Aku terbangun dalam jeda yang konsisten, jam 1, jam 2, jam 3, jam 4, jam 5, jam-jam penuh dengan penantian. Belum ada tidur yang benar lelap. Dan pada akhirnya, kupeluk rinduku dalam do'a menjelang fajar. Begitu selalu akhir-akhir ini kulalui malamku.


Semesta, aku tak tahu sampai kapan kan begini, bagaimana mungkin hati ini tak lelah menunggu, sementara jelas remuk redam sudah raga ini membendung rindu. Kapan kan berenti? Mungkin aku bisa menjawabnya sendiri. Cinta. Ya, sakti dan tak mau berhenti. Aku sudah terlanjut jatuh. Kualihkan dengan membaca Hujan, kubiarkan diriku disihir mantra klasik dari Tere Liye. Berhasil, sementara. Setelah beberapa lembar, tetap saja kemudian aku mengingat senyumnya, aku mengingat kenangan.


Semesta, selamat pagi. Dan masih saja, begitu mataku terjaga, yang pertama kusebut, namanya.

Copyright Text

Blogger news