Google+ Followers

Pages

Jumat, 01 Juli 2016

Selamat pagi, semesta... Rindu,

Selamat pagi, semesta...


Sorry, I miss you so...

Pagi ini diawali dengan rindu yang sangat teramat. Sudah berusaha keras dibendung, namun maaf, I'm still missing you. Malamku selalu penuh dengan praduga, adakah kabar malam ini? Tanpa sadar aku menunggu. Dan kebiasaan menunggu kabar darimu, menjadi agenda rutin dalam alam bawah sadarku. Aku terbangun dalam jeda yang konsisten, jam 1, jam 2, jam 3, jam 4, jam 5, jam-jam penuh dengan penantian. Belum ada tidur yang benar lelap. Dan pada akhirnya, kupeluk rinduku dalam do'a menjelang fajar. Begitu selalu akhir-akhir ini kulalui malamku.


Semesta, aku tak tahu sampai kapan kan begini, bagaimana mungkin hati ini tak lelah menunggu, sementara jelas remuk redam sudah raga ini membendung rindu. Kapan kan berenti? Mungkin aku bisa menjawabnya sendiri. Cinta. Ya, sakti dan tak mau berhenti. Aku sudah terlanjut jatuh. Kualihkan dengan membaca Hujan, kubiarkan diriku disihir mantra klasik dari Tere Liye. Berhasil, sementara. Setelah beberapa lembar, tetap saja kemudian aku mengingat senyumnya, aku mengingat kenangan.


Semesta, selamat pagi. Dan masih saja, begitu mataku terjaga, yang pertama kusebut, namanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentarnya.... jangan lupa kunjungi posting yang lain...

Copyright Text

Blogger news