hidup tidak melulu tentang berjuang menghadapi badai,
menikmati badai itu sendiri juga bagian dari hidup...
Fighting, gii...
#pelajaranhidup
#ainagiibau
Tampilkan postingan dengan label #pelajaranHIDUP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #pelajaranHIDUP. Tampilkan semua postingan
Jumat, 01 Juli 2016
Kamis, 30 Juni 2016
Faded...
- trusting each other, mengijinkan untuk mengenal satu sama lain,
- ikatan yang kekal,
- mata lebih jujur daripada kata
Ini poin dimana secara ikhlas, kita mampu menghilangkan batas yang menjadikan jarak antara satu dengan yang lain. Aku pernah meangaplikasikannya, bagimana rasanya membuka diri kepada orang lain. Mengijinkan orang lain untuk mengenal diriku lebih jauh, akupun menaruh ketertarikan untuk peduli terhadap orang lain. Itu kumulai dari poin terkecil, hingga akhirnya kuaplikasikan di dunia yang lebih besar. Hidup melulu bukan tentang diri sendiri. Kita sejatinya makhluk sosial. Sudah banyak dilakukan, tapi saat tulisan di atas pertama kali kulahirkan, tahun 2013 kalau tidak salah, itu adalah titik dimana kesadaran yang berbicara.
Membuka diri tidak melulu kepada pasangan, teman, tetangga, pengamen jalanan, kerabat jauh, saudara tak sedarah, banyak... Banyak pihak yang bisa kita libatkan. Termasuk membuka diri kita sendiri untuk berani keluar dari Comfort Zone, challanging diri sendiri dengan hal baru, bukan melulu tentang rutinitas, ada aspek kebahagiaan yang juga bisa kita raih dari keterkejutan.
Membuka diri tidak melulu kepada pasangan, teman, tetangga, pengamen jalanan, kerabat jauh, saudara tak sedarah, banyak... Banyak pihak yang bisa kita libatkan. Termasuk membuka diri kita sendiri untuk berani keluar dari Comfort Zone, challanging diri sendiri dengan hal baru, bukan melulu tentang rutinitas, ada aspek kebahagiaan yang juga bisa kita raih dari keterkejutan.
Rabu, 29 Juni 2016
Haiii...
Sabtu, 22 Februari 2014
My Quotes
"""gak
masalah ketika suaramu tidak di dengar atau kau memang tak memiliki
pendengar, teruslah bicara, bebaskan duniamu dengan kata-katamu, selama
kau bisa terbang karenanya... free up yourself...""" ^_^
Surat Untuk Mama (2)
Assalamualaikum... Ma...
Hari ini kepala Nur pusing banget, ma... Tadi pagi ngampus lagi ketemu sama Pak Iskandar, ngantri dari jam setengah 9 sampai jam 12 kurang baru bisa ketemu Pak Iskandar, dan hasilnya masih belum sukses... Harus revisi lagi... Setelah pertama harus revisi objek penelitian, setelah itu revisi alat dan metode analisis, melalui perjalanan yang panjang dan sudah berkutat di perpustakaan daerah, Nur sudah bikin model analisis baru, dari regresi berganda sekarang analisis diskriminan. Sudah bolak-balik nanya yang paham SPSS, hari ini ternyata Allah berkata lain...
Nur masih harus revisi lagi... Poin yang jadi masalah hari ini justru Rumusan Masalah dari Laba dan Arus Kas itu sendiri. Puuussiiiiiiiinngggggggg banget, ma...
Hari ini kepala Nur pusing banget, ma... Tadi pagi ngampus lagi ketemu sama Pak Iskandar, ngantri dari jam setengah 9 sampai jam 12 kurang baru bisa ketemu Pak Iskandar, dan hasilnya masih belum sukses... Harus revisi lagi... Setelah pertama harus revisi objek penelitian, setelah itu revisi alat dan metode analisis, melalui perjalanan yang panjang dan sudah berkutat di perpustakaan daerah, Nur sudah bikin model analisis baru, dari regresi berganda sekarang analisis diskriminan. Sudah bolak-balik nanya yang paham SPSS, hari ini ternyata Allah berkata lain...
Nur masih harus revisi lagi... Poin yang jadi masalah hari ini justru Rumusan Masalah dari Laba dan Arus Kas itu sendiri. Puuussiiiiiiiinngggggggg banget, ma...
Jumat, 21 Februari 2014
Surat Untuk Mama (1)
Ma, satu tahun terakhir ini sudah banyak kulalui dengan menangis saat aku sendiri. Di rumah. Di kost. Di Yupa. Di jalan yang penuh keramaian. Sudah banyak airmata yang jatuh. Malam ini juga seperti itu. Maaf, ma. Aku menangis lagi. Aku sendirian. Untuk waktu yang lama. Maaf ma, aku harus pergi untuk waktu yang lama dan menjadi beban untuk waktu yang lama, untuk mengejar pendidikan ini. Semua orang percaya, teman-temanku percaya, akupun percaya pada diriku, bahwa aku pasti akan menyelesaikan kuliahku dengan baik. Ma, maafkan Nur. Butuh waktu tujuh tahun jauh dari pelukanmu untuk benar-benar menyadari betapa sayangnya mama sama Nur. Betapa rindunya Nur saat di kota orang. Maaf ma, malam in aku nda bisa menahan tangis. Malam-malam sebelumnya sudah cukup lama aku nda menanging. Malam ini, maaf ma, tangisan itu tumpah lagi. Aku tidak akan pernah mengakui rapuhnya aku saat sendiri, tapi airmata adalah kejujuranku, ma...
Rabu, 20 November 2013
Ngobrolin Nikah, Cerai dan Anak_1
setiap pernikahan gak ada jaminan bakal langgeng hingga maut memisahkan, tapi paling gak ada upaya untuk menuju kearah sana.
saya salah satu anak yang lahir dari keluarga yang berpisah.
hari ini gak pengen dengar pendapat orang tentang pengalaman orang lain juga tentang perceraian, cuma pengen giving freedom for myself untuk ngungkapin pengalaman saya sebagai salah satu dari banyak anak yang mengalami hal yang sama.
anggap aja sharing buat siapa aja para pembaca yang nantinya juga bakal menempuh hidup baru sebagai pasangan suami istri, punya anak, punya tanggung jawab.
dalam pandangan saya ya, gak peduli orang tua yang berpisah secara baik, dalam damai, tanpa persselisihan atau justru sebaliknya, yang namanya perceraian pasti gak baik buat anak mereka, mau anak tunggal, 2 anak, apalagi banyak, gak ada yang baik.
kondisi psikologis terutama.
ini pengalaman saya.
hari ini saya berani bilang, saya rada-rada takut untuk ngobrol sama orang tentang yang namanya pernikahan. walaupun jujur saja, setiap orang juga pasti seneng kalo liat ada kakek sama nenek yang akur banget jalan pegangan tangan di trotoar, meski mereka gak tersenyum, tapi pasti mata yang memandang justru yang lebih banyak mengumbarkan senyuman.
saya salah satu anak yang lahir dari keluarga yang berpisah.
hari ini gak pengen dengar pendapat orang tentang pengalaman orang lain juga tentang perceraian, cuma pengen giving freedom for myself untuk ngungkapin pengalaman saya sebagai salah satu dari banyak anak yang mengalami hal yang sama.
anggap aja sharing buat siapa aja para pembaca yang nantinya juga bakal menempuh hidup baru sebagai pasangan suami istri, punya anak, punya tanggung jawab.
dalam pandangan saya ya, gak peduli orang tua yang berpisah secara baik, dalam damai, tanpa persselisihan atau justru sebaliknya, yang namanya perceraian pasti gak baik buat anak mereka, mau anak tunggal, 2 anak, apalagi banyak, gak ada yang baik.
kondisi psikologis terutama.
ini pengalaman saya.
hari ini saya berani bilang, saya rada-rada takut untuk ngobrol sama orang tentang yang namanya pernikahan. walaupun jujur saja, setiap orang juga pasti seneng kalo liat ada kakek sama nenek yang akur banget jalan pegangan tangan di trotoar, meski mereka gak tersenyum, tapi pasti mata yang memandang justru yang lebih banyak mengumbarkan senyuman.
Selasa, 10 September 2013
Bundaran Agus Salim
Dunia malam ya kaya gini, kaya yang lagi nampang di depan mata nie.
Kebetulan, sekarang lagi nangkring di pojokan nasi goreng, pas di bundaran simpang empat agus salim. Pulang kerja, nyari ayam bakar lunak udah gak nemu, berlabuh dah di bundaran agus salim nie. Tempatnya sederhana, cuma warung pinggiran gitu aja, tapi pas lewat, aduuuuuuuu,,,,, tu aroma nasi goreng kok sedap banget ya? Mampir dah jadinya...
"Pak, nasi gorengnya satu ya..."
Sembari nunggu nasi goreng nan sedap aromanya nie, mata gak berenti mandangin lampu-lampu liar pegendara yang datang dari 4 sudut berbeda, ada yang nekat nantang maut, ada yang gak peduli sama yang depan apalagi belakang, ada yang gak tau diri ngebut seenak jalan kaya punya emaknya, adanya yang buta warna gak bisa bedain trafic light, ada-ada aja dah pokoknya. heheheeee....
Tapi satu hal baru yang saya sadari nie, ternya nie bundaran selain kaya akan pengendara liar yang sok punya nyawa kaya kucing, anak-anak jalanan yang mangkal di sini juga ternyata ampe jam selarut ini masih ada loh.... Padahal setahu saya, di lokasi-lokasi jalan yang lain, udah pada diangkut tu bocah-bocah. Tapi di jalan ini, tu bocah malah kaya baru keluar dari sarang. ckckckck....
Dan satu hal lagi pengguna jalan di daerah ini lumayan elit juga, klo mau paksain nyebutnya. Karena sepanjang yang saya perhatiin, kendaraan yang lalu lalang daritadi pasti disayang banget sama yang punya, bisa menangis darah klo lecet tu kendaraan, tapi begonya kenapa juga tu kendaraan masih dibawa ngebut-ngebutan? Nah, gak paham dah saya...
"ini mba nasinya. minumnya apa?"
"es teh ya pak. makasih.."
Nha, berhubung nasi goreng saya sudah tersaji, ijinkan saya menyantapnya ya, dan mengakhiri artikel kecil tentang bundaran agus salim ini...
SAYONARA
free up your world with your words... ^_^
Kebetulan, sekarang lagi nangkring di pojokan nasi goreng, pas di bundaran simpang empat agus salim. Pulang kerja, nyari ayam bakar lunak udah gak nemu, berlabuh dah di bundaran agus salim nie. Tempatnya sederhana, cuma warung pinggiran gitu aja, tapi pas lewat, aduuuuuuuu,,,,, tu aroma nasi goreng kok sedap banget ya? Mampir dah jadinya...
"Pak, nasi gorengnya satu ya..."
Sembari nunggu nasi goreng nan sedap aromanya nie, mata gak berenti mandangin lampu-lampu liar pegendara yang datang dari 4 sudut berbeda, ada yang nekat nantang maut, ada yang gak peduli sama yang depan apalagi belakang, ada yang gak tau diri ngebut seenak jalan kaya punya emaknya, adanya yang buta warna gak bisa bedain trafic light, ada-ada aja dah pokoknya. heheheeee....
Tapi satu hal baru yang saya sadari nie, ternya nie bundaran selain kaya akan pengendara liar yang sok punya nyawa kaya kucing, anak-anak jalanan yang mangkal di sini juga ternyata ampe jam selarut ini masih ada loh.... Padahal setahu saya, di lokasi-lokasi jalan yang lain, udah pada diangkut tu bocah-bocah. Tapi di jalan ini, tu bocah malah kaya baru keluar dari sarang. ckckckck....
Dan satu hal lagi pengguna jalan di daerah ini lumayan elit juga, klo mau paksain nyebutnya. Karena sepanjang yang saya perhatiin, kendaraan yang lalu lalang daritadi pasti disayang banget sama yang punya, bisa menangis darah klo lecet tu kendaraan, tapi begonya kenapa juga tu kendaraan masih dibawa ngebut-ngebutan? Nah, gak paham dah saya...
"ini mba nasinya. minumnya apa?"
"es teh ya pak. makasih.."
Nha, berhubung nasi goreng saya sudah tersaji, ijinkan saya menyantapnya ya, dan mengakhiri artikel kecil tentang bundaran agus salim ini...
SAYONARA
free up your world with your words... ^_^
Jumat, 23 Agustus 2013
Fighting For Your Life!!!
DIBUTUHKAN KEBERANIAN YANG BESAR UNTUK
TERJUN DAN MENGAKHIRI HIDUP
TAPI TAUKAH KALIAN KAWAN, DIBUTUHKAN KEBERANIAN YANG
JAAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUHH
LEBIH BESAR
UNTUK TERUS DAN TETAP BERTAHAN MELANJUTKAN HIDUP
UNTUK TERUS BERTAHAN BERSAMA SETIAP HEMBUSAN NAFAS
UNTUK TETAP BERDIRI BERSAMA SETIAP TANTANGAN DAN COBAAN
YANG DATANG SEIRING BERJALAN
DENGAN KEBERANIAN YANG KAU KUMPULKAN
UNTUK TERUS BERTAHAN MELANJUTKAN KEHIDUPAN
Fighting, guys....
^_^
Jumat, 05 April 2013
DEWASA itu seperti apa?
Guys, dewasa itu apa ya?
^_^
Ada yang bilang, usia yang menentukan seseorang telah menjadi dewasa, atau masih terperangkap dalam sifat kekanak-kanakannya. Selain itu, faktor tingkat sosial dan pendidikan serta pengalaman juga merupakan faktor yang mendukung seseorang untuk menjadi dewasa.
Jika saya yang ditanya, apa yang membedakan seseorang menjadi dewasa dan tidak. Di kepala saya saat ini hanya terukir satu jawaban sederhana.
Minggu, 31 Maret 2013
Kebahagiaan itu ada 2
Semua orang pasti pernah happy, being sad, marah, cemburu, narsis apalagi falling in love. Tapi ga semua orang benar-benar tahu bahwa salah satu jenis perasaan yang mereka rasakan, sebut saja dia kebahagiaan ^_^, memiliki makna tidak sesederhana tampilannya.
Menurut saya pribadi, masing-masing perasaan itu memiliki pemaknaan yang dalam bagi yang merasakannya, baik merasakan secara langsung, atau hanya sekedar menyaksikannya. Fine, kali ini saya akan membahas tentang kebahagiaan.
Being happy is really fun. Semua orang pasti tahu makna dari ungkapan ini. Ungkapan yang simple tapi bener. Tapi, jika dilihat dari waktu terjadinya, kebahagiaan itu sendiri terbagi menjadi dua.
Sabtu, 30 Maret 2013
cermin
Cermin, secara bentuk pasti sudah tidak asing, secara fungsi juga tidak asing, tapi secara makna mendalam, masig-masing kepala memiliki persepsi yang berbeda.
Ada yang mampu memaknai cermin tidak hanya sebagai cermin, sebagai pemantul bayangan. Ada juga yang memaknainya hanya sebagai peralatan rumah pada umumnya, digunakan untuk menata rias dan penampilan.
Tapi di kepala saya, cermin memiliki artinya sendiri, karena banyak hal bisa saya lakukan bersama cermin, pun hanya berada di depan cermin.
Terkadang saya menjadikan cermin sebagai benda mati, terkadang juga cermin justru sebagai kawan yang setia, lebih jauh lagiu cermin juga merupakan sisi lain dari realita, dan terkadang cermin bagi saya juga mampu menjadi malaikat yang setia menemani pikiran saya ketika bertualang tanpa peta.
Langganan:
Postingan (Atom)

