Pages

Tampilkan postingan dengan label ceritasaia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritasaia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Juli 2016

Selamat pagi, semesta... #partikelmalam



Selamat pagi, semesta...
Ijinkan aku bertanya pada setiap partikel yang kau sebarkan di udara, malam, kenapa begitu indah untuk menunggu dan begitu sahdu untuk tertunduk karena rindu?
Walau terus menunggu, tiada sapa tiada kata, partikelmu menemani hingga tak berpaling apalagi pergi dan lupa...
Semesta, bukankah seharusnya bahagia? Apakah ini yang pernah kumaksudkan sebelumnya?
 
Ya,
Setiap orang berhak bahagia dengan caranya masing-masing...
Aku pernah mengatakannya, bukan? Semesta?

Hai kau partikel rindu yang kusebut dalam penantian dan harapan untuk pulang, selamat malam dan selamat rindu. Milik siapa tak masalah, karena jika aku dan kamu tak bisa menjawabnya, biarkan waktu yang teguhkan hati dan tenangkan kenangan.

 
#ainagiibau
#partikelmalam

Kamis, 14 Juli 2016

Edisi Silaturahmi... #putihabuabu #latepost


Day 2
7 Juli 2016
we are travelling together, menjalin silaturahmi yang seringkali dipisahkan jarak dan waktu...
#asek



Tuan Rumah : Lala
Lokasi : Limunjan...
Waktu : yah, masih siang lah ya... sempat Ashar...




Senin, 11 Juli 2016

Selamat siang, semesta... Kebiasaanku...




Selamat siang, semesta...

Apa kabarmu hari ini? Kita lama tak bersua... Iya, libur bersama keluarga untuk hari yang paling fitri...
*happy


Aku punya banyak hal untuk dicerita dari berhari-hari kita tak bersua. Harusnya aku sadar, aku tidak boleh melewatkan satu haripun tanpa meramu kisah denganmu, di sini, ruang kita, aku denganmu, semesta... Karena sehari saja kita tak bertutur kata, banyak hal yang terlewat untuk dikisah.

Semesta, aku kembali memanjakan diriku, menikmati kopi, kata-kata fiksi, menulis dengan hati dan masih banyak yang lain. Aku kembali menikmati hari-hari ini. Tapi kisah yang kita ramu hari ini, masih tentang dia.

Selasa, 05 Juli 2016

Selamat petang, semesta... No more reason



Selamat petang, semesta...

Bagaimana kau lalui hari ini?

Hari ini terakhir Ramadhan, berjuta umat muslim di dunia memanjatkan do'a yang sama, semoga

Sepertiga malam, semesta... Jangan,



Selamat malam, semesta...

Saya tidak ingin berdiri berlama-lama di depan rumah orang...

Jangan...

Senin, 04 Juli 2016

Selamat sore, semesta...



Selamat sore, semesta...
Apa kabarmu disana?


Hari ini, terakhir masuk kerja. Mengejar pundi-pundi dolarnya diistirahatkan dulu ya. Waktunya fokus pada

Sabtu, 02 Juli 2016

Selamat pagi, semesta... Terima Kasih,

Selamat pagi, semesta...

Terima kasih untuk kabar semalam...


Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah SWT...
Terima kasih. Aku bisa mendengar deru nafasmu dalam jarak yang panjang, aku mencintainya, sudah menjadi kebiasaanku untuk melewati malam seperti itu. Rutinitas tidurku menjadi lebih tenang, aku tak perlu terbangun dalam jeda yang kemarin kukatakan. Tenang. 5 menit berlalu, menuju 10 menit, kemudian setengah jam tak terasa, dan terakhir kali ku cek sebelum benar terputus, 75 min 0 sec. 1 jam berlalu dalam hening malam dan suara hujan. Ya, aku menyukai hujan seperti aku menyukai kenangan tentangmu yang kita mulai 24 Januari lalu, dan di bawah rintik hujan.

Kita tidak menghabiskan banyak kata dalam jeda 1 jam 15 menit itu, lebih banyak diam dan sebentar tertidur sebentar terjaga tapi semuanya tenang, bukan? Tentram. Kita merindu suara masing-masing. Rupanya kita sama-sama menunggu kabar dan mencari kesempatan.

Genap 1 bulan, kita tak pernah bersapa mata, rindu. Aku bersyukur masih bisa menikmati rindu itu, dengan begitu aku yakin hatiku masih setia untukmu. Kita memang tak lagi bersama, tapi kupastikan do'aku selalu bersama langkah dan hari-harimu. Aku berdo'a untuk sehatmu, untuk pekerjaanmu, untuk keputusanmu, untuk masa depanmu, untuk rejekimu, untuk dijauhkan dari musibah dan cobaanmu, untuk dikuatkan hati, tangan dan kakimu, untuk dijauhkan dari api neraka, untuk ridho dan hidayah untukmu, untukmu dan keluargamu, dan untuk bahagiamu, bagaimanapun itu.

Terima kasih,
Aku mencintaimu...


#melawanrindu
#MERAH
#ainagiibau

Jumat, 01 Juli 2016

#melawanrindu... Malam

Aku selalu menyukai malam, karena rinduku selalu membuncah saat mentari perlahan melambaikan tangannya.

Tidak ada maksud menjadi melankolis di malam hari, aku hanya sedang menikmati proses rindu, karena aku sudah jatuh pada cinta. Ya, bukan rekayasa atau dalam upaya menjadi pujangga, sejatinya setelah aku dengannya berpisah, otakku, ragaku, rasaku mengirimkan semua sinyal dan kenangan yang menegaskan bahwa aku mencintainya, tulus. Mungkin karena itu pula, insting dan intuisiku sebagai wanita begitu tajam padanya. Firasatku tentang sehatnya menjadi prioritas dalam do'aku untuknya, walaupun kami berdo'a pada Tuhan yang tak sama.

Dalam sujudku dan dalam tanganku yang senantiasa memohon setelah dua kali salam, kusampaikan rindu diam-diam.


Selamat malam...

Maaf, masih belum bisa kubendung rindu...



----------------------
#melawanrindu
#ainagiibau

#remahrotikursikayugangjimas


Apa salah saya, malam?
kopi di pangkuan sementara pikir berlayar dalam kenangan
berenang dan bermain bersama ombak ingatan
kopi di pangkuan
panas cangkir tak sadarkan


Kuceritakan padamu, malam
pernah dua insan saling bersandar
melabuhkan penat pada punggung yang membelakang
kau cuma tertawa bersama bintang, bukan?
karena itu kuceritakan lagi sekarang
bahwa pernah kala itu
ada kenangan yang dirajut dengan benang senyuman
mengisah dosa-dosa masa lampau
mencoba terbuka dengan menguak kenangan-kenangan lampau
dari tawa dari duka dari cerita dari cita dari cinta
dari masa lalu yang dibuka


Apa salah saya, malam?
kutulis ini sambil menyilangkan kaki di pinggir jalan
tapi pikirku jauh di pulau seberang...



------------------------------------------------------------------
#remahrotikursikayugangjimas

Jum'at, 17.06.2016
20.32 wita
#remahrotimerah

Inspirasi :
salah satu kenangan saat bercerita tentang dirinya di masa lalu

Masih jelas bagaimana alur ceritanya di kisah, walaupun nama-nama itu tak banyak kuingat

tapi setiap kenangannya punya tempat sendiri di kotak kotak lemari dalam otakku
memoriku sudah punya folder sendiri untuk kisahnya di masa lalu
menyenangkan mengetahui dia mau menceritanya padaku

obrolan santai di teras rumah
"malam selalu panjang di waktu aku merindukanmu" rossa...

Selamat pagi, semesta... Rindu,

Selamat pagi, semesta...


Sorry, I miss you so...

Pagi ini diawali dengan rindu yang sangat teramat. Sudah berusaha keras dibendung, namun maaf, I'm still missing you. Malamku selalu penuh dengan praduga, adakah kabar malam ini? Tanpa sadar aku menunggu. Dan kebiasaan menunggu kabar darimu, menjadi agenda rutin dalam alam bawah sadarku. Aku terbangun dalam jeda yang konsisten, jam 1, jam 2, jam 3, jam 4, jam 5, jam-jam penuh dengan penantian. Belum ada tidur yang benar lelap. Dan pada akhirnya, kupeluk rinduku dalam do'a menjelang fajar. Begitu selalu akhir-akhir ini kulalui malamku.


Semesta, aku tak tahu sampai kapan kan begini, bagaimana mungkin hati ini tak lelah menunggu, sementara jelas remuk redam sudah raga ini membendung rindu. Kapan kan berenti? Mungkin aku bisa menjawabnya sendiri. Cinta. Ya, sakti dan tak mau berhenti. Aku sudah terlanjut jatuh. Kualihkan dengan membaca Hujan, kubiarkan diriku disihir mantra klasik dari Tere Liye. Berhasil, sementara. Setelah beberapa lembar, tetap saja kemudian aku mengingat senyumnya, aku mengingat kenangan.


Semesta, selamat pagi. Dan masih saja, begitu mataku terjaga, yang pertama kusebut, namanya.

Copyright Text

Blogger news