Pages

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Juli 2016

KAUM KITA


Ketika keperkasaan wanita dipertanyakan
beramai-ramai bunga-bunga meneriakkan namanya
menggali perjuangan pertama di tanah leluhur
menguak otot-otot emansipasi yang diragukan obrolan di teras-teras
dan pertanyaan perlahan mereda, sementara...


Ketika kaumnya meneriakkan emansipasi di jalanan
tembok-tembok pencakar langit perlahan berguguran
serentak bumi bergetar
di masa itu, emansipasi mampu robohkan tembok-tembok pembangkang...


Hari ini, kawan...
emansipasi kembali ke dapur
emansipasi kembali ke sumur
dan emansipasi kebanyakan malah di kasur
ada apa dengan gelegar namanya dari masa lalu
apakah namanya sudah kehilangan citranya
apakah namanya sudah dilupakan
kemana perginya elegansi perjuangan kaumnya???


Kawan,
Apa kabar perjuangan hari ini?
Kawan,
Apa kabar nasib kaum kita ini?
Kawan,
Kemana perginya darah-darah yang mendidih?
Kawan,
Kemana perginya sisa-sisa semangat kaum kita?


Hari ini, kawan...
Kami mengajak kaum kami
Kami mengajak kaum wanita
Kami berontak penindasan
Kami berontak kekerasan
Kami berontak perbudakan
Kami berontak pelecehan
Kami berontak pelacuran
Kami berontak semua inti bumi yang menyakiti kami...


Hari ini, kawan...
Kami tak lagi meneriakkan kesetaraan
karena dunia sudah mengakuinya


Hari ini, kawan...
Kami tak lagi meneriakkan kebebasan
karena dunia sudah mengakuinya


Hari ini, kawan...
kami berteriak pada hati kami sendiri
kami mengajak kaum kami sendiri
kami menyadarkan hati dan pikiran kami
kami sampaikan dengan lantang
kawan,
Mahkota kita bukan rambut kita
Mahkota kita harga diri kita
pertahankan jangan didagangkan
pertahankan jangan diumbarkan
pertahankan jangan dimudahkan
pertahankan dan buktikan


Kawan, masa lalu kita bisa
hari ini dan seterusnya kartini kan tetap berdiri penuh pesona...



---------------------------------------------------------------
11.45 wita
17.04.2014
@halaman tunggu depan CBf, samping Dekanat Fekon Unmul

Kamis, 30 Juni 2016

Hei, Lelaki...

Hei lelakiku,
yang sampai sekarang
cintaku masih tak berkurang
Aku bisa saja memanggilmu sayang
bahkan cinta di depan kekasihmu sekarang
tapi setia tak sesederhana itu




Kita tahu
hatiku untukmu
hatimu untukku
dan kau bukan milikku



Tenanglah
cukup siapkan satu tempat di hatimu
untuk do'a do'aku
karena hanya dengan do'a
kubisa sampaikan rindu...




----------------------------------------
21.17 wita
Jum'at, 24.06.2016
@gerobakcoffeekoe / Tepian Teratai

Inspirasi : foto instagram...
bikin gelo, asli heh...
gk da yg drencanakan...
jeda gk sampai 1 menit

Rabu, 29 Juni 2016

Jatuh Cintanya Laki-Laki...

Paling suka membaca bahasa tubuh lelaki yang sedang jatuh cinta
bagaimana matanya menjaga pandang secara malu-malu
namun konsisten tertuju pada satu wanitanya
curi pandang secara perlahan
tapi sering
dan tentu saja
senyumnya ikut serta


Selalu jahil, juga
setiap ada kesempatan
pasti dimanfaatkan untuk pancing amarah
sedikit menggoda
sedikit merayu manja
dan tentu saja lebih banyak perhatiannya


Bahasa tubuh mereka terlalu lugu untuk dikata malu-malu

kontrak kerja jatuh cinta, Tidak Ada!

Aku melakukan tugasku sebagai pencinta
sementara hak sebagai yang dicinta tak kutuntut apalagi kujadikan bahan ribut

Karena aku dengannya tidak sedang dalam kontrak kerja

Aku sejatinya manusia
makhluk sosial yang memiliki rasa
mamposisikan hati sebagaimana adanya

Jumat, 21 Februari 2014

KURSI KOSONG SAAT INI

Aku pernah berada di sini sebelumnya
saatitu
sama seperti kini
di bawah pohon teduh
beratap langit dengan bintang-bintang yang tersenyum
menyapa setiap kepingan memori
mengusapnya menjadi cahaya yang abadi

Yang berbeda dari saat itu
dari hari ini
pohon-pohon semakin banyak yang berjalan pergi
dan bintang-bintang enggan datang setelah hujan
tak seikit daun berguguran
terbang bersama angin
yang sama dari saat itu
hanya satu
aku
masih duduk di kursi ini
sama seperti waktu itu...

Yang tersisa dari saat itu
harapan untuk hari ini
semoga lahir aku dari kursi-kursi yang kosong
semoga aku menjadi seribu....



Samarinda, 21 Februari 2014
00.21 wita

Rabu, 16 Oktober 2013

Puisi Ini Masih Panjang

pembunuhan yang paling keji adalah membuang yang sudah dilahirkan...

Rabu, 04 September 2013

Aku Mencintaimu, Senyuman....


Bukan salahku semakin malam semakin mencinta
yang menumbuhkan bayang itu
senyum yang kau suguhkan
kau petakan begitu nyata dalam alam bawah sadarku
bahkan dalam tatap mata yang nyata
saat kelopak masih terbuka
bayang yang tampak
hanya dirimu berdiri gagaj
menyuguhkan senyum khas apa adanya dirimu
Just the way you are

Semakin malam aku semakin gila
ribuan wacana yang lahir
semua teruntuk kau yang sekarang aku suka
kupuja seperti benda yang kucinta dan takkan kulepas
kupeluk selamanya
kujaga dalam singgasana hati yang sudah kau cipta

Jangan salahkan aku yang semakin cinta
kau jelas hadir setiap senja
sapaanku kau balas tawa mesra
canda yang kau suguh selalu mampu buatku tertawa
tak heran terkadang hatiku gemes juga
karena rasa ini hanya aku yang punya

Jangan salahkan aku karena jatuh cinta
setiap kali kucoba tutup lembaran
kau selalu hadir dalam kesederhanaan
sedikit curi pandang
tapi jelas, bayangku juga tak kau lepaskan
lekat kau jaga dalam lirikan
Mungkin kau pikir aku yang nakal
menggoda setiap malam
mengirimkan pesan-pesan celotehan alam
tapi siapa yang sebenarnya jadi korban
setiap kutekadkan untuk diam
selau kau kemudian memulai obrolan
aku lemah dan tak mampu marah
aku terlalu sayang pada sosokmu yang kupandang
hatiku menjerit, meronta, meneriakkan protes
saat tanganku siap kuangkat untuk menampar wajahmu
bagaimana mungkin aku bisa marah
bahkan hati kecilku menolak untuk menyakitimu
dan rela untuk terluka agar tetap melihat senyummu
lantas siapa yang sebenarnya salah???

Haruskah malam-malam ini kupersalahkan padanya
Atau cintakah si kambing hitam yang tertawa bahagia
mungkin justru aku saja yang terlampau mendamba
Atau apa yang sebenarnya kurasa???

GILA!
dengan sadar kunyatakan aku mulai gila
setiap malakulewati dalam tanya
aku selalu saja menerka dan menerka
sedang apa kau disana?
besok ada agenda apa?
kangen ga’ ya?
besok kalo ketemu harus berbuat apa?
Apa? Apa? Dan Apa???
ribuan apa ini yang semakin merusak otakku
aku dipaksa hidup dalam dilema
menghadapkanku pada pilihan
tapi mengapa setiap persimpangan harus kau hadirkan senyuman
mengapa harus kau berikan kekuatan
aku sudah angkat tangan
aku menyerah pada perasaanku yang jelas sudah tak bertuan
aku takut terjebak jauh lebih dalam
bukan karena aku tak punya pilihan
tapi justru kamulah sang pemenang
aku sudah terlanjur jatuh terlalu dalam
jatuh dalam pelukanmu, senyuman...

Aku Mencintaimu, Senyuman...


Rabu, 11 Januari 2012
03.05 wita
@rumah kayu

Jumat, 23 Agustus 2013

Adik-Adikku....


“De’, sudah berapa lama kamu di Yupa?”
“Dua tahun, lebih”
“Berapa persen perubahan yang sudah terjadi dalam dirimu?”
“60%? 70%! Aku yang akhirnya bisa bicara bersama forum,”

Sederhana,
pikiran, pemahaman, pemaknaan, isyarat dan pertanyaan yang sangat sederhana
yang tidak sedang mendongeng
tidak pula sedang berlakon
murni, perubahan dan pemgembangan jati diri
jadi, adik-adikku...
Jangan bertanya sekarang,
rasakan saja, biarkan hati yang jarang tersentuh ini
digelitik kembali oleh jutaan kerikil dan bunga-bunga
biarkan mata yang sudah lama tertidur
dibangunkan dan disadarkan oleh warna-warna
jangan biarkan sengatan lebah menjadi pengahalang untuk terus melangkah
proses tidak pernah istimewa tanpa campur tangan kalian
tawa tidak pernah indah tanpa airmata kalian
jutaan rasa, galau, cerita bukan dongeng senja
takkan semprna tanpa hadir kalian
bijaksana melihat, bijaksana meraba, maka
bijaklah bersikap, bijaklah memakna...

adik-adikku....
kisah kita takkan usai
bahkan saat mentari memilih sembunyi
kisah kita semakin indah
bersama rembulan dikala terluka
bersama ilalang dikala tersesat

aduk-adikku...
banyak pesan yang tak mampu disampaikan
banyak pula pesan yang tak perlu disampaikan
cukup rasakan....
adik-adikku
bukan dongeng senja ketika kelak kalian dewasa
kalian meninggalkan dan ditinggalkan
ini realita yang ada di pagi buta

jadi, adik-adikku....
teruskanlah,
jangan diam dan jangan menghilang
kalian sudah pernah mengisi hati ini
kalian sudah mengukir milyaran cerita di benak hati
jadi, jangan pergi adik-adikku....
setialah hingga menemu yang cerah
stialah hingga tak lagi menemu senja
setialah, karena setiaku sampai akhir dalam keyakinanku
adik-adikku....
maaf, hati saya rindu......


Kamis, 24 November 2011
01.04 wita
@alua lantai 1 Gd. SC

Sabtu, 13 April 2013

Anak Muda

Malam ini akan menjadi pertanyaan diantara tetes hujan
menjawabnyapun butuh payung atau jas hujan
butuh handuk tuk keringkan
sungguh tak bijak kerika menuntut sementara sekujur tubuh masih menggigil kedinginan

Jumat, 12 April 2013

Bintang, Ilalang, kecup dia untukku


kutitipkan pesan rindu ini
melalui ruang rindu yang paling bersemi di rongga dada
kusampaikan sayang ini tanpa ragu
agar kau wakili diriku untuk memeluknya
di malam dingin tak berkawan ini

Rabu, 02 Mei 2012

Jika bilang cinta itu, mudah...

Jika menyatakan cinta itu semudah menuang air ke dalam gelas
Barangtentu, sudah pasti kaum sekarang ini takkan mengenal kata galau
Dan jika menyatakan isi hati semudah membuat telor mata sapi
Sudah pasti, hari ini takkan ada dendang sunnyi dan lantunan sakit hati
Akan susah kita temui wanita yang tersipu malu menatap pria yang menawan hatinya
Semua menjadi mudah untuk dilakukan tanpa banyak pengorbanan


Sekali lagi aku katakan, kawan
Jika menngatakan 'aku mencintaimu', semudah mengatakan 'lapaaarrrrr'
Sudah pasti, kau orang pertama yang akan kusuapi dengan lembut
Memberikan hati dan raga ini untuk bahagiakanmu
Dan jika memintamu menjadi pendamping hidup, semudah mencari pasangan sendal jepit.
Dapat dipastikan akan kusimpan sendal itu baik-baik
Biar tak satupun dapat mencurinya dariku


Kawan, tak berhenti kukatakan padamu
Jika menjaga senyummu setia dalam benakku, semudah menyimpan uanng dalam dompet
Akan kupastikan, uang itu akan kusimpan dalam saku yang terdalam
Hingga takkan mungkin kugunakan untuk jajan senyuman yang lain
Dan jika menjaga hatimu setia pada hatiku, semudah menjaga beo bertahan di sangkar
Niscaya, hatiku akan setia dipenjara olehmu
Dan hari ini, tidak mungkin kuhadapi kegalauan yang tak berujung
Yang sampai saat ini, tidak bisa bilang 'aku, rindu...'


Hei hatiku, jika kau masih saja rindu
Jaga terus cintamu
Dan, hei hatiku, jika kau masih juga merindu
Yakin saja, belahan hatimu,
juga merindumu...





@ruang 9 Balairung Seni TY-UM
Rabu, 2 Mei 2012
04.10 wita

Minggu, 11 Maret 2012

Kisah Penuh Pesona

Kisah ini pernah dialami siapa saja
ketika tangan-tangan kecil menggelitik hati
menciptakan gundah gulana bercampur bahagia
mampu menghadirkan tawa sekaligus was-was
dilema ketika bertatap
dan rindu dalam satu langkah yang tak terjamah
kisah ini bukan kisah yang luar biasa
tapi tak jua bisa dikatakan biasa-biasa saja
karena hati yang menjadi objek peemainan
mata yang menggantikan lidah untuk berkata
dan tubuh yang mengisyaratkan semua kejujuran
semua bisa menjadi sinergi yang sempurna
tapi tak jarang hati dan kepala bertengkar dibuatnya
sederhana penyebabnya
tapi badai, mungkin bisa menjadi imbasnya

Kisah ini disebut para pujangga
sebagai kisah merah jambu
semua bersemi indah
pipi-pipi memerah merona
berjalan ke arahnya dalam 5 meter saja
mampu menciptakan rentang waktu seperti seabad lamanya

Kisah ini dia sebut kisah kita
mungkin, karena hanya kita yang merasa
mungkin, juga karena kita korbannya
mungkin, atau hanya kita yang menyaksikan
mungkin, justru kita yang menciptakan
yang jelas, kisah kita kisah merah jambu
kisah ini bersemi di hati kita
kisah ini merona pipi kita
kisah ini, kisah kita
kisah kita, kisah penuh pesona
kisah kita...



00.29 WITA
17 Februari 2012
@warung nasgor kuburan
Inspirasi : aku mencintaimu, senyuman...

Copyright Text

Blogger news