Cermin, secara bentuk pasti sudah tidak asing, secara fungsi juga tidak asing, tapi secara makna mendalam, masig-masing kepala memiliki persepsi yang berbeda.
Ada yang mampu memaknai cermin tidak hanya sebagai cermin, sebagai pemantul bayangan. Ada juga yang memaknainya hanya sebagai peralatan rumah pada umumnya, digunakan untuk menata rias dan penampilan.
Tapi di kepala saya, cermin memiliki artinya sendiri, karena banyak hal bisa saya lakukan bersama cermin, pun hanya berada di depan cermin.
Terkadang saya menjadikan cermin sebagai benda mati, terkadang juga cermin justru sebagai kawan yang setia, lebih jauh lagiu cermin juga merupakan sisi lain dari realita, dan terkadang cermin bagi saya juga mampu menjadi malaikat yang setia menemani pikiran saya ketika bertualang tanpa peta.


