Google+ Followers

Pages

Kamis, 30 Juni 2016

Hei, Lelaki...

Hei lelakiku,
yang sampai sekarang
cintaku masih tak berkurang
Aku bisa saja memanggilmu sayang
bahkan cinta di depan kekasihmu sekarang
tapi setia tak sesederhana itu




Kita tahu
hatiku untukmu
hatimu untukku
dan kau bukan milikku



Tenanglah
cukup siapkan satu tempat di hatimu
untuk do'a do'aku
karena hanya dengan do'a
kubisa sampaikan rindu...




----------------------------------------
21.17 wita
Jum'at, 24.06.2016
@gerobakcoffeekoe / Tepian Teratai

Inspirasi : foto instagram...
bikin gelo, asli heh...
gk da yg drencanakan...
jeda gk sampai 1 menit

Faded...


- tiada batas...
- trusting each other, mengijinkan untuk mengenal satu sama lain,
- ikatan yang kekal,
- mata lebih jujur daripada kata


Ini poin dimana secara ikhlas, kita mampu menghilangkan batas yang menjadikan jarak antara satu dengan yang lain. Aku pernah meangaplikasikannya, bagimana rasanya membuka diri kepada orang lain. Mengijinkan orang lain untuk mengenal diriku lebih jauh, akupun menaruh ketertarikan untuk peduli terhadap orang lain. Itu kumulai dari poin terkecil, hingga akhirnya kuaplikasikan di dunia yang lebih besar. Hidup melulu bukan tentang diri sendiri. Kita sejatinya makhluk sosial. Sudah banyak dilakukan, tapi saat tulisan di atas pertama kali kulahirkan, tahun 2013 kalau tidak salah, itu adalah titik dimana kesadaran yang berbicara.

Membuka diri tidak melulu kepada pasangan, teman, tetangga, pengamen jalanan, kerabat jauh, saudara tak sedarah, banyak... Banyak pihak yang bisa kita libatkan. Termasuk membuka diri kita sendiri untuk berani keluar dari Comfort Zone, challanging diri sendiri dengan hal baru, bukan melulu tentang rutinitas, ada aspek kebahagiaan yang juga bisa kita raih dari keterkejutan.



Selamat pagi, semesta...

Selamat pagi semesta...

apa yang kau temui hari ini?
Hujan,
bukan, gerimis...


Aku memulai hariku dengan mengingat satu nama. Banyak quote yang menyebutkan bahwa dia yang namanya selalu kau ingat sebelum dan setelah kau tidur adalah orang yang membuatmu bahagia sekaligus membuatmu terluka. Hmm.. bagaimana aku mengatakannya, di satu sisi itu jelas kebenaran, di sisi yang lain, aku masih menolak karena aku tidak ingin menjadikan orang yang kusayangi sebagai tersangka atas sedihku. Cukup sebagai yang mengukir kenangan bahagia bersamaku.


#melawanrindu

Rabu, 29 Juni 2016

Jatuh Cintanya Laki-Laki...

Paling suka membaca bahasa tubuh lelaki yang sedang jatuh cinta
bagaimana matanya menjaga pandang secara malu-malu
namun konsisten tertuju pada satu wanitanya
curi pandang secara perlahan
tapi sering
dan tentu saja
senyumnya ikut serta


Selalu jahil, juga
setiap ada kesempatan
pasti dimanfaatkan untuk pancing amarah
sedikit menggoda
sedikit merayu manja
dan tentu saja lebih banyak perhatiannya


Bahasa tubuh mereka terlalu lugu untuk dikata malu-malu

kontrak kerja jatuh cinta, Tidak Ada!

Aku melakukan tugasku sebagai pencinta
sementara hak sebagai yang dicinta tak kutuntut apalagi kujadikan bahan ribut

Karena aku dengannya tidak sedang dalam kontrak kerja

Aku sejatinya manusia
makhluk sosial yang memiliki rasa
mamposisikan hati sebagaimana adanya

Haiii...



Sudah lama tak menulis di sini...

Lama sekali, hehee...
Yuk kembali merajut kasih di sini...

Let's free up, guys...




kita buka kangen ini dengan puisi-puisi cinta... #asek
hahaha...
*shy

Copyright Text

Blogger news