Google+ Followers

Pages

Jumat, 21 Februari 2014

Surat Untuk Mama (1)

Ma, satu tahun terakhir ini sudah banyak kulalui dengan menangis saat aku sendiri. Di rumah. Di kost. Di Yupa. Di jalan yang penuh keramaian. Sudah banyak airmata yang jatuh. Malam ini juga seperti itu. Maaf, ma. Aku menangis lagi. Aku sendirian. Untuk waktu yang lama. Maaf ma, aku harus pergi untuk waktu yang lama dan menjadi beban untuk waktu yang lama, untuk mengejar pendidikan ini. Semua orang percaya, teman-temanku percaya, akupun percaya pada diriku, bahwa aku pasti akan menyelesaikan kuliahku dengan baik. Ma, maafkan Nur. Butuh waktu tujuh tahun jauh dari pelukanmu untuk benar-benar menyadari betapa sayangnya mama sama Nur. Betapa rindunya Nur saat di kota orang. Maaf ma, malam in aku nda bisa menahan tangis. Malam-malam sebelumnya sudah cukup lama aku nda menanging. Malam ini, maaf ma, tangisan itu tumpah lagi. Aku tidak akan pernah mengakui rapuhnya aku saat sendiri, tapi airmata adalah kejujuranku, ma...


Maaf ma, selama ini Nur jarang bilang sayang sama mama. Bilang kangen sama mama. Padahal tiap malam, apalagi setahun terakhir, kangen sama mama semakin parah rasanya. Nur takut jadi semakain rapuh kalau sadar Nur sendirian di sini.

Ma, hari ini tinggal 4 bulan sebelum batas waktu menyelesaika studi ini habis. Tadi siang mama sms nanyakan kesanggupan dan ketakutan mama kalau Nur nda selesai. Dari sms itu, Nur sudah mau nangis, tapi karena hari ini masih harus jadi notulen di seminar kehutanan, Nur tahan, Ma... Nur tahan sekuat tenaga. Tapi maaf, ma... Malam ini tangis itu tumpah lagi. Maafkan Nur, ma...

Ma, percaya sama Nur. Ridhoi jalan dan upaya Nur. Insya Allah, niat baik akan mendapat ridho dari Nya, Allah SWT.

Ma, mungkin surat untuk mama ini akan semakin banyak sejak malam ini, Nur akan jadian surat ini sebagai teman Nur, penyemangat dan alarm untuk Nur.

Ma, jaga kesehatan. Semoga umur panjang. Ma, jadilah saksi kesuksesan Nur di masa yang akan datang.

Pak, maaf selalu merepotkan bapak. Nur jadi beban terlalu lama. Insya Allah, Pak, tujuh tahun ini tidak akan sia-sia. Gelar sarjana akan Nur raih.

Ya Allah, jaga dan lindungi kedua orangtua hamba-Mu ini, Ya Allah... Ijinkanlah hambu-Mu membalas kebaikan dan kasih sayang mereka, Ya Allah... Panjangkan umur mereka, Ya Allah... Ijinkan kami, anak-anak mereka, mampu menjaga mereka hingga seluruh rambut di kepala mereka berubah putih seperti beras yang selalu mengisi hari-hari kehidupan kami, Ya Allah...

Amin Amin Ya Robbal Alamin...
Kabulkanlah Ya Allah...




Samarinda, 13 Februari 2014
23.09 wita

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas komentarnya.... jangan lupa kunjungi posting yang lain...

Copyright Text

Blogger news